Kalau sedang tak ada uang, ada yang menagih, lalu bisnis pun tidak menghasilkan, jangan bilang “saya sedang mentok”.

Sebab kalimat itu adalah afirmasi.

“Emang mentok kok!”

Sementok apa sih? Emang nafasnya sudah mentok? Kalau belum, artinya hidup belum mentok. Kan nafas parameter hidup.

Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini

Repot kalau ucapan “saya sedang mentok” diaminkan 1000 malaikat. Lalu menjadi sebab “kementokan” selanjutnya.

Lagi pula, nikah cerai itu karena ucapan, saking ucapan menjadi kekuatan hukum tetap di hadapan Allah.

Maka ucapan “saya sedang mentok pun” jadi kekuatan hukum tetap di hadapan Allah. Allah bersama ucapan (prasangka) hambaNya.

Lalu bagaimana mengganti ucapan tersebut bila sudah terlanjur diucapkan, sering pula?

Taubat.

Buang rasa gengsi mengakui kesalahan sendiri. Buang perasaan “aku sudah bener”. Termasuk minta maaf kepada orang terdekat.

Perubahan finansial hanya bisa terjadi karena perubahan sikap. Evaluasi diri sendiri seberapa menyenangkan di hadapan orang lain terutama pasangan, anak, orang tua, dan tetangga?

Ada perbaikan sikap yang tidak butuh uang: minta maaf dan memperbaiki akhlak.

Lalu bersujud lah kepada Allah. Sujud artinya merendahkan diri dihadapanNya. Jangan meninggikan diri, atau sekedar meninggikan uang dihadapanNya.

Allah bisa memberi solusi tanpa uang, sebab DIA punya kecerdasan diluar nalar kita. Cari-lah cintaNya bukan cari uangnya.

Lepaskan ikatan hati dan pikiran dari uang. Sepanjang hati dan pikiran terikat dengan uang, Allah tak bisa ditemukan.

Jadi lepaskan ikatan terhadap uang, agar Allah mudah masuk memenuhi hati dan pikiran. Baca Al Quran, resapi maknanya.

Menuhankan uang, uang bisa hilang. Menuhankan Allah, DIA abadi selamanya. Jadi pilihlah untuk mencintaiNya.

Ilustrasi sederhana, bila Anda anak kesayangan ayah, lalu Anda butuh sesuatu, tak minta pun ayah pasti beri. Demikian pula dengan Allah. Apalagi Allah Maha Kuasa.

Tantangannya adalah bisikan hati berupa rasa tak percaya. Syetan mana yang rela manusia mendekat kepadaNya? Itulah bisikan syetan, makanya perlu untuk membaca Al Qur’an.

Selanjutkan ucapkanlah, “Saya merasa mentok, tapi itu kemarin. Sekarang saya memutuskan untuk membuka diri dari peluang yang lain. Saya bersama Allah dan DIA Maha Memberi Petunjuk. Bismillah.”

Boleh ucapkan berulang-ulang, boleh tulis berulang-ulang. Insya Allah ada jalan.

Wallahu’alam
Depok, 23 Agustus 2019

Ahmad Sofyan Hadi

Categories: Uncategorized

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.